MAKALAH
ANALISIS SENSITIVITAS PRODUKSI
LEMARI KACA DAN RAK PIRINGCV.SURYA GLASS
Kelompok
IV :
1.
Coprius Tarawacu (1113107)
2.
Adel R. Loba (1112083)
3.
Tawadu Maja (1111061)
4.
Amelia L. Atajawa (1111071)
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KRISTEN
WIRAWACANA SUMBA
2015
Pernyataan Keaslian Makalah Ilmiah
Dengan
ini kami selaku mahasiswa yang mengambil matakuliah Metode Kuantitatif (SM 433);
1. Coprius
Tarawacu (1113107)
2. Adel
Rambu Loba (1112083)
3. Tawadu
Maja (1111061)
4. Amelia
L. Atajawa (1111071)
Menyatakan
bahwa laporan yang kami buat ini adalah hasil karya kami yang sebenar-benarnya
dan tidak ada unsur plagiat atau meniru makalah/karya lainnya. Apabila hal
tersebut kami lakukan, maka kami siap menerima hukuman berupa:pencabutan nilai
matakuliah Metode Kuantitatif (SM 433) kami dan mengulang matakuliah tersebut disemester
berikutnya. Tidak hanya itu, kami juga siap menerima tuntun hukum dari pihak
berkewajiban dengan seberat-beratnya. Demikian pernyataan ini kami buat. Terima
kasih
Waingapu, 16 Desember 2015
Ketua
Kelompok
Dosen Mata Kuliah
Materai
6000
(Coprius Tarawacu) (L.
H. Sinyo Kelen, SE. , M. Sc. )
DAFTAR ISI
1.
Pernyataan
Keaslian Makalah Ilmiah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
2.
Daftar
isi . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . 3
3.
BAB
1(PENDAHULUAN) . . . .. . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . 4
4.
BAB
II(TEORI DAN TEKNIK ANALISIS . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
2. 1. RISET OPERASI. . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
2. 2. LINEAR PROGRAMING. . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . 6
2. 3. ANALISIS SENSITIVITAS. . . .
. . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . 6
5.
BAB
III (HASIL DAN PEMBAHASAN) . . . .
. . . . . . . . . . . . . . 8
3. 1. PROFIL USAHA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . 8
3. 2. KASUS .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . 8
3. 3. ANALISIS KASUS . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . 10
6.
BAB
IV (KESIMPULAN) . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
12
7.
DAFTAR
PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . 13
BAB I
PENDAHULUAN
Analisis
sensitivitas adalah analisa bagaimana pengaruh perubahan data terhadap solusi
optimum. solusi optimum masalah linear program didasarkan pada nilai koefisien
fungsi tujuan maupun kemampuan penyediaan sumbar daya, yang dapat diketahui
secara pasti. Pada kenyataannya nilai koefisien fungsi tujuan maupun kemampuan
penyediaan sumberdaya, sangat mungkin untuk mengalami perubahan dimasa yang
akan datang.
Solusi
optimum akan sangat dipengaruhi oleh perubahan koefisien fungsi tujuan, koefisien
kendala, kapasitas kendala, penambahan kegiatan baru, karena hal ini megubah
persoalan program linear. Maka untuk menghadapi perubahan tersebut dikembangkan
suatu strategi untuk menganalisis bagaimana solusi optimum sehubungan dengan
perubahan data diatas.
Analisa
sensitivitas dilakukan setelah solusi optimum dari masalah program linear
ditemukan, baik secara grafik maupun metode simpleks. Maka informasi tabel atau
grafik optimum sangat dibutuhkan untuk melakukan analisis sensitivitas, dengan
demikian analisa sensitivitas berusaha menjawab seberapa jauh perubahan data
yang bagus tanpa mengubah solusi optimum.
BAB
II
TEORI
DAN TEKNIK ANALISIS
2. 1. RISET OPERASI
Situasi
lingkungan bisnis terus berubah seiring berjalannya waktu dan perkembangan
teknologi yang semakin pesat menuntut setiap perusahaan ikut terbawa arus
situasi perubahan, sehingga dalam pengambilan keputusan akan mengikuti
perkembangan tersebut. Para peneliti, manajer, pendidik atau perencana terus
berpikir untuk menganalisis/memecahkan masalah dan langkah-langkah yang perlu
ditempuh untuk mecapai tujuannya. pola pikir, pola analisis, pola pengambilan
strategi secara sistematis tersebut disebut Riset
Operasi.
Riset
operasi telah banyak didefinisikan oleh para ahli seperti yang terdapat di buku
Quantitative Analisis For Management oleh Barry Render(2006) seperti berikut
Morse
dan Kimball mendefinisikan riset operasi sebagai metode ilmiah (scientific method) yang memungkinkan
manager mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar
kuantitatif.
Chruchman,
Arnoff dan Arkoff mengemukakan riset operasi sebagai aplikasi metode-metode, tekini-teknik
dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul
dalam operasi perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan masalah-masalah
tersebut. sedangkan Miller dan M. K. Starr mendefinisikan riset operasi sebagai
peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika
dalam kerangka pemecahan masalah-masalah
sehari-hari sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan secara optimal.
Dari
ketiga definisi tersebut dapat disimpullkan bahwa riset operasi adalah
pengambilan keputusan berdasarkan metode atau sistematika ilmiah dalam
kehidupan nyata.
2. 2. LINEAR PROGRAMMING
Menurut
Subagyo (2000) program linear adalah suatu model umum yang dapat digunakan
dalam pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber yang terbatas secara
optimal. Program linear mencakup perencanaan kegiatan untuk mencapai hasil yang
optimal yaitu suatu hasil yang mencerminkan tercapainya sasaran tertentu yang
paling baik diantara alternatif-alternatif yang mungkin dengan menggunakan
fungsi linear.
Masalah
keputusan yang biasa dihadapi analis adalah alokasi optimum sumber daya yang
langka yaitu modal, tenaga kerja, bahan mentah, waktu atau teknologi. Tugas
analis adalah menentukan bagaimana memaksimalkan profit, penjualan, kesejahteraan
dan meminimalisasikan biaya, waktu dan jarak.
Setelah
masalah diidentifikasi dan tujuan diterapkan langkah selanjutnya adalah
formulasi 3 tahap yang meliputi:
a) Menentukan
variabel keputusan dalam bentuk formulasi matematika.
b) Membentuk
fungsi tujuan yang ditujukan sebagai suatu hubungan linear dari variabel
keputusan.
c) Menentukan
semua kendala masalah tersebut dan mengekspresikan dalam persamaan dan
pertidaksamaan yang juga merupakan hubungan linear dari variabel keputusan yang
mencerminkan keterbtasan sumberdaya masalah itu.
2. 3. ANALISIS SENSITIVITAS
Analisis
sensitivitas merupakan analisa akan dampak dari perubahan data menngenai fungsi
tujuan, fungsi kendala, atau kapasitas kendala terhadap solusi optimum. perubahan
yang mungkin dihadapi dalam analisa sensitivitas adalah sebagai berikut:
1. Perubahan
koefisien fungsi tujuan.
2. Perubahan
konstanta ruas kanan.
3. Perubahan
fungsi kendala.
Dari
berbagai masalah yang munkin dihadapi diatas, secara umum analisa sensitivitas
berusaha untuk menjawab beberapa hal sebagai berikut:
1. Berapa
besar koefisien fungsi tujuan dapat berubah tanpa mengubah solusi optimum.
2. Seberapa
besar koefisien variabel non basis dapat dinaikkan sehingga cukup ekonomis
untuk dibuat.
3. Sumber
daya manakah yang dapat dinaikkan dan seberapa besar perubahan dibolehkan, sehingga
nilai Z dapat dinaikkan akan tetapi tanpa melakukan perhitungan dari awal.
4. Sumber
daya manakah yang dapat dikurang tanpa menurunkan nilai Z maupun menghitung
dari awal.
5. Sumber
daya manakah yang diprioritaskan
6. Apakah
penambahan kendala maupun kegiatan baru akan mempengaruhi solusi optimum.
Namun
kami tidak menganalisis semua tentang hal diatas, tapi kami hanya menganalisi
dari beberapa saja.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3. 1. PROFIL USAHA
Yang
menjadi objek analisis kelompok kami adalah CV. Surya Glass yang merupakan
usaha yang melayani permintaan pembuatan lemari kaca alumunium dan rak piring
alumunium. pemilik CV. Surya Glass adalah bapak Alfred Manife. Usaha ini
berlokasi di Jl. ikan Hiu blok D 7 Perumnas. Usaha ini telah berdiri dari tahun 2007 hingga sekarang. Awal mula
berdirinya usaha tersebut karena beliau
melihat akan banyaknya usah kios yang ada diwaingapu sehingga akan membuat akan
permintaan lemari kaca untuk jualan akan semakin meningkat, beliau melihat
peluang ini dan memaksimalkannya.
3. 2. KASUS
CV.
Surya Glass memproduksi lemari kaca alumunium dengan ukuran 2x1x1
dengan bahan baku kaca dan alumunium. sedangkan
rak piring memiliki ukuran 2x0. 5x2
dengan bahan baku yang sama. berikut informasi
bahan baku dan tenaga kerjanya:
Tabel 1
|
Jenis bahan baku
|
Kebutuhan bahan baku dan tenaga
kerja
|
Maksimum persediaan
|
|
|
lemari
|
Rak piring
|
||
|
Bahan baku kaca
|
6 lembar
|
4 lembar
|
80 lembar
|
|
Bahan alumunium
|
8 batang
|
10 batang
|
60 batang
|
|
Tenaga kerja
|
2 jam
|
3 jam
|
40 jam
|
Untuklemari
kaca alumunium bisa mendapat keuntungan Rp. 200. 000, sedangkan rak piring bisa diperolah keuntungannya
sebesar Rp. 300. 000. berapa solusi produksi optimum dari kasus di atas?
Lankah
pertama yang perlu dilakukan adalah dengan menentukan
·
Variabel keputusan
o
X1=produk lemari kaca
o
X2=produk rak piring
·
Fungsi tujuan
Z max=200X1+300X2
·
Fungsi kendala
6X1+4X2 ≤80(untuk bahan baku kaca)
8X1+10X2 ≤60(untuk bahan baku alumunium)
2X1+3X2
≤40(untuk jam tenaga kerja)
X1, X2 ≥0 (non negativity)
Dengan
demikian maka solusi optimum untuk kasus
diatas berdasarkan perhitungan dengan menggunakan aplikasi POM Windows 3 adalah
sebagai berikut:
Tabel 2
|
X1
|
X2
|
RHS
|
Dual
|
||
|
Maximize
|
200
|
300
|
|||
|
Bahan baku kaca
|
6
|
4
|
<=
|
80
|
0
|
|
Bahan baku alumunium
|
8
|
10
|
<=
|
60
|
30
|
|
jam tenaga kerja
|
2
|
3
|
<=
|
40
|
0
|
|
Solution->
|
0
|
6
|
1800
|
Keterangan
; keuntungan atau Maksimize adalah dalam satuan ribuan rupiah.
Berdasarkan
tabel tersebut terlihat bahwa bahwa:
Produksi X1=0
X2=6
Total
keuntungannya adalah 1800x1000= Rp. 1. 800. 000
3. 3. ANALISIS KASUS
Karena
permintaan terhadap lemari kaca dan rak piring alumunium yang berubah-ubah
berdasarkan permintaan maka bapak Alfred harus memenuhi permintaan tersebut
sesuai keinginan pelangga. dengan demikian bapak Alfred melakukan pengurangan
terhadap jumlah bahan baku alumunium dan kaca seperti yang terlihat dalam tabel
berikut:
Tabel 3
|
Jenis bahan baku
|
Kebutuhan bahan baku dan tenaga
kerja
|
Maksimum persediaan
|
|
|
lemari
|
Rak piring
|
||
|
Bahan baku kaca
|
4 lembar
|
3 lembar
|
80 lembar
|
|
Bahan alumunium
|
6 batang
|
8 batang
|
60 batang
|
|
Tenaga kerja
|
2 jam
|
3 jam
|
40 jam
|
Keuntungan
yang didapatkan masih tetap sama yaitu Rp. 200. 000 untuk lemari kaca dan Rp. 300.
000 untuk rak piring.
Penyelesaiaan
:
Karena
yang berubah adalah bahan baku kaca dan alumunium maka perubahan yang terjadi
adalah hanya terdapat pada fungsi kendala yaitu:
4X1+3X2
≤ 80 (kendala untuk bahan baku kaca)
6X1+8X2≤60
(kendala untuk bahan baku alumunium)
2X1+3X2≤40
(kendala untuk jam tenaga kerja)
Dengan
demikian maka dapat di temukan nilai optimum atas masalah produksi diatas dengan aplikasi POM Windows 3
seperti yang terlihat pada tabel berikut:
Tabel 5
|
|
X1
|
X2
|
RHS
|
Dual
|
|
|
Maximize
|
200
|
300
|
|
|
|
|
Bahan baku kaca
|
4
|
3
|
<=
|
80
|
0
|
|
Bahan baku alumunium
|
6
|
8
|
<=
|
60
|
37, 5
|
|
Jam tenaga kerja
|
2
|
3
|
<=
|
40
|
0
|
|
Solution->
|
0
|
7, 5
|
|
2250
|
|
Dari
tabel tersebut dapat kita simpulkan bahwa terjadi kenaikan total keuntungan
optimum menjadi 2250x1000=Rp. 2. 250. 000, sehingga dapat disimpulkan bahwa
semakin berkurang bahan baku maka keuntungan akan semakin tinggi.
Dari
tabel tesebut juga terlihat bahwa terjadi kenaikan jumlah produksi untuk
X1=0-0=0
X2=7.
5-6=1. 5
Jadi
untuk mendapatkan keuntungan maksimum ketika terjadi pengurangan bahan baku
karena permintaan maka pak Alfred harus memprodusi X2 sebanyak 7, 5 atau bisa
di bulatkan menjadi 7 buah Rak piring.
BAB
IV
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil pebahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa setiap perubahan pada nilai
koefisien fungsi kendala akan sangat mempengaruhi solusi optimum yang dalam hal
ini adalah keuntungan optimum dari produksi yang ada. Apabila bahan baku
dikurangi dalm memproduksi produk dan fungsi-fungsi yang lainnya tetap maka
akan akan meningkatkan keuntungan dan akan meningkatkan jumlah produksi suatu
barang begitupun sebaliknya.
DAFTAR
PUSTAKA
Yamit,
Zulian. 2012. Manajemen Kuantitatif
untuk Bisnis (Operations Research). BPFE.
Yogyakarta.

No comments:
Post a Comment