Thursday, December 31, 2015

CONTOH MAKALAH MARKETING MIX 4 P(PRODUK BIOSLURRY)

 

MAKALAH PRODUK PUPUK ORGANIK
“BIO SLURRY”




OLEH :
1.Coprius Tarawacu (1113107)
2.Saralince S.Dappa (1113106)
3.Ibnu Burdah          (1113112)
4.Ewil  M.Tsolenaen  (1113109)
6.Rita J.Meha              (1113089)



Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kristen Wirawacana Sumba
Jln.R Suprapto No 35,Waingapu 87113
2015


BAB I
PENDAHULUAN

21.     Latar Belakang
           Dalam era Globalisasi sekarang ini tidaklah mengherankan jika kita dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman yang maju. Dan mau tidak mau kita harus bisa beradaptasi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan ataupun dalam bidang lainya. Maka dibutuhkan kreatifitas agar masyarakat tidak tergantung kepada produk-produk luar daerah termasuk pupuk untuk tanaman.
Perkembangan terkini menunjukkan minat para petani dalam menanam tanaman yang semakin menurun sebagai akibat perubahan iklim yang terus terjadi di berbagai daerah didunia,perubahan iklim tersebut mengakibatkan para petani gagal panen dan produktifitas yang terus menurun.
          Kini max fm melalui pupuk BIO SLURY berusaha memberikan pengharapan kepada petani dengan menghadirkan produk pupuk yang berkualitas karena berasal dari pupuk alami yang diolah dengan teknologi terkini yang mampu meningkatkan produktifitas dan kekebalan tanaman dari segala jenis penyakit serta kegunaan lainnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat disimpulkan suatu rumusan masalah tersebut ialah:
1.      Bagaimana Max FM memproduksi Pupuk BIO SLURY?
2.      Apa keunggulan produk BIO SLURY?
3.      Bagaimana cara mempromosikan produk tersebut?
4.      Berapa harga pupuk BIO SLURY?
5.      Dimana produk tersebut bisa didapatkan?
1.3 Tujuan dan manfaat penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dan manfaat yang ingin dicapai ialah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui bagaimana pupuk BIO SLURY diproduksi
2.      Mengetahui keunggulan produk BIO SLURY
3.      Untuk  cara Radio Max Fm mempromosikan produk tersebut
4.      Untuk mengetahui harga produk tersebut
5.      Untuk mengetahui tempat produk dipasarkan

BAB II
MARKETING MIX
2.1.Pengertian Strategi Pemasaran
Sebelum penjelasan lebih lanjut mungkin sebaiknya kita harus paham dan mengerti terlebih dahulu mengenai apa itu strategi pemasaran. Perencanaan strategi pemasaran produk memberikan dasar bagi perusahaan untuk mengambil langkah yang efektif untuk masa yang akan datang.
Strategi Pemasaran menurut W. Y. Stanton adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial
2.2.            Hal-Hal perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan Strategi Pemasaran Produk
Menerapkan Strategi pemasaran di awali dengan menganalisa secara keseluruhan dari situasi perusahaan Pemasar harus melakukan analisis SWOT (SWOT analysis), di mana ia menilai kekuatan (strengths [S]), kelemahan (weaknesses [W]), peluang (opportunities [O]), dan ancaman (threats [T]) perusahaan secara keseluruhan
·         Kekuatan (Strengths) meliputi kemampuan internal, sumber daya, dan faktor situasional positif yang dapat membantu perusahaan melayani pelanggannya dan mencapai tujuannya
·         Kelemahan (Weaknesses) meliputi keterbatasan internal dan faktor situasional negatif yang dapat menghalangi performa perusahaan
·         Peluang (Opportunities) adalah faktor atau tren yang menguntungkan pada lingkungan eksternal yang dapat digunakan perusahaan untuk memperoleh keuntungan
·         Ancaman (Threats) adalah faktor pada lingkungan eksternal yang tidak menguntungkan yang menghadirkan tantangan bagi performa perusahaan

2.3.       Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam Strategi Pemasaran
Dalam strategi pemasaran, ada bebarapa faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan yaitu :
1.        Siklus Daur hidup produk, Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2.         Tingkat persaingan perusahaan di pasar, Strategi pemasaran harus bisa disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam tingkat persaingan, apakah dalam kategori memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari ceruk pasar.
3.        Keadaan ekonomi, Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi, perusahaan harus memandang ke depan dan mengembangkan strategi jangka panjang untuk memenuhi kondisi yang sedang berubah dalam industri mereka dan memastikan kelangsungan perusahaan pada jangka panjang

2.4.Langkah-Langkah Penerapan Strategi Pemasaran

Penerapan Strategi Pemasaran melalui langkah-langkah sebagai berikut: 
·         Segmentasi Pasar (Market Segmentation), adalah tindakan membagi pasar menjadi kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran terpisah
·         Penetapan Target Pasar (Market Targeting), yaitu proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dilayani, penetapan sasaran pasar terdiri dari merancang strategi untuk membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat, atau sebuah perusahaan besar mungkin memutuskan untuk menawarkan ragam produk yang lengkap dalam melayani seluruh segmen pasarnya, sebagian besar perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani segmen tunggal, dan jika hal ini terbukti berhasil, mereka menambahkan segmen
·         Diferensiasi dan Posisi Pasar (Differentiation & Positioning),perusahaan harus memutuskan bagaimana mendifferensiasikan penawaran pasarnya untuk setiap segmen sasaran dan posisi apa yang ingin ditempatinya dalam segmen tersebut, posisi produk adalah tempat yang diduduki produk relatif terhadap pesaingnya dalam pikiran konsumen, pemasar ingin mengembangkan posisi pasar unik bagi produk mereka. Jika sebuah produk dianggap sama persis dengan produk lainnya di pasar,  konsumen tidak mempunyai alasan untuk membelinya. 

2.5.Mengembangkan Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran Terintegrasi

Setelah strategi pemasaran ditetapkan maka perusahaan diharapkan untuk menerapkan dan merencanakan rincian bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan kumpulan alat pemasaran taktis terkendali – produk, harga, tempat, dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan di pasar sasaran.
Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang terdiri dari “empat P” yaitu:

1)  Produk

Produk adalah segala sesuatu yang berupa barang dan jasa yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan terhadap konsumen. Di dalam strategi bauran pemasaran, produk merupakan unsur yang paling penting, karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Tujuan utama dari produk adalah untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan.
      Sofjan  membagi produk menjadi tiga tingkatan, yaitu :
1.      Produk inti, yang merupakan inti atau dasar yang sesungguhnya dari produk yang ingin diperoleh atau didapatkan oleh seorang pembeli atau konsumen dari produk tersebut.
2.      Produk formal, yang merupakan bentuk, model, kualitas/mutu, merk, dan kemasan yang menyertai produk tersebut.
3.      Produk tambahan, adalah tambahan produk formal dengan berbagai jasa yang menyertainya, seperti pemasangan, pelayanan, pemeliharaan, dan pengangkutan secara cuma-cuma.
2.1.Pengertian Pupuk Organik Cair Dan Pemupukan Secara Umum
pupuk merupakan suatu bahan yang digunakan untuk menambah hara tanah dan menambah kesuburan tanah sehingga tanaman yang ditanam pada media tersebut dapat memperoleh cukup hara guna memenuhi kebutuhan untuk tumbuh dan  berkembang secara optimal. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari bahan- bahan organik yang ramah terhadap lingkungan, seperti tumbuhan, hewan, ataupun limbah organik lainnya, sedangkan pupuk organik cair merupakan pupuk organik yang memiliki wujud berupa cairan sehingga pupuk ini mudah larut saat digunakan. Secara luas, pemupukan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pemberian bahan kepada tanah dengan tujuan memperbaiki dan meningkatkan kesuburan tanah. Secara khusus, pemupukan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pemberian bahan yang dimaksudkan untuk menambah hara tanaman pada tanah. Pemberian pupuk harus disesuaikan dengan bentuk pupuk, jenis pupuk, kondisi lahan dan tanaman, sistem  perakaran tanaman, dan daya serap tanaman serta tanah terhadap unsur hara agar  pemupukan dapat lebih efektif dan efisien.
2.2.Harga
Harga adalah sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hak milik produk. Oleh karena menghasilkan penerimaan penjualan, maka harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan.
Dalam penetapan harga perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik langsung maupun tidak langsung. Faktor yang mempengaruhi secara langsung adalah harga bahan-baku, biaya produksi, biaya pemasaran, adanya peraturan pemerintah dan faktor lainnya. Faktor yang tidak langsung, namun erat hubungannya dalam penetapan harga, adalah harga produk sejenis yang dijual oleh para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk subtitusi dan komplementer, serta potongan untuk para penyalur dan konsumen.
Oleh karena itu, seorang produsen harus memperhatikan dan memperhitungkan faktor-faktor tersebut di atas di dalam penentuan kebikajakan harga yang akan ditempuh, sehingga nantinya dapat memenuhi harapan produsen itu untuk dapat bersaing dan kemampua perusahaan mempengaruhi konsumen.
Max Fm mematok harga dengan harga terjangkau yaitu Rp.25.000/L.hal ini dihitung berdasarkan akumulasi dari biaya sebagai berikut:
Biaya Tenaga Kerja                        =Rp.15.000/L
Biaya transportasi                           =Rp.5000/L
Biaya bahan                                    =Rp.5000/L
Total                                               =Rp.25000/L
2.3.PROMOSI
Promosi adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
a.       Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
b.       Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa.
c.      Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
d.      Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.
e.      Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.
Sehingga pemilik produk melakukan promosi melalui radio,pertemuan-pertemuan dengan para petani didesa-desa,melalui situs maxfm.com dan melalui spanduk yang dipasang di studio radio maupun di tempat lain.
2.4.TEMPAT
Tempat adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, dan transport. Produk tidak banyak artinya bagi pelanggan apabila tidak tersedia pada saat dan tempat ia diinginkan.
            Produk mencapai pelanggan melalui saluran distribusi (distribution channel). Saluran disrtibusi adalah rangkaian perusahaan atau individu mana pun yang ikut serta dalam arus barang dan jasa dari produsen kepada pemakai akhir atau konsumen.
            Menurut Sofjan Assauri dalm bukunya, bentuk pola distribusi dapat dibedakan atas :
1.      Saluran langsung, yaitu: produsen  dan konsumen.
2.      Saluran tidak langsung, dapat berupa :
a.       Produsen  pengecer  konsumen.
b.      Produsen pedagang besar/menengah  pengecer konsumen
c.       Produsen  pedagang besarpedagang  menengah pengecer konsumen
            Permasalahan yang diutamakan dalam mata rantai saluran distribusi adalah kelancaran penyampaian dan pemindahan barang serta hak milik atas penguasaan produk tersebut, mulai dari pedagang besar, pedagang menengah, dan pengecer sampai akhirnya ke tangan konsumen. Jadi saluran distribusi menyangkut aliran produk dan hak milik atau penguasaan atas produk tersebut.


2.5.JENIS-JENIS PUPUK ORGANIK
Macam-macam Pupuk Organik Cair Berdasarkan teknik pembuatannya, pupuk organik cair terbagi menjadi 2 macam, antara lain:
1.Pupuk organik cair
secara sederhana Pupuk organik cair ini dibuat dengan cara yang sederhana, yaitu menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan, seperti limbah  peternakan, limbah pertanian, dan beberapa bahan organik lain yang dibutuhkan.
a)      Pupuk organik cair berbahan dasar limbah peternakan
Beberapa bahan yang berasal dari limbah peternakan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair, seperti urin hewan ternak, kotoran ternak, susu basi, dan limbah peternakan lainnya. Urin sapi merupakan suatu bahan organik yang mengikat zat pembangun  berupa unsur fosfor secara baik. Pupuk ini dapat diaplikasikan melalui akar tanaman dengan cara menyiramkannya ke media tanam.Selain itu, pupuk ini juga dapat diaplikasikan melalui daun dengan cara menyemprotkannya ke permukaan daun.
b)      Pupuk organik cair berbahan dasar limbah pertanian
Beberapa bahan yang berasal dari limbah pertanian dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair, seperti dedaunan, buah- buahan yang sudah busuk, air kelapa, dan limbah pertanian lainnya. Ranggaet al.(2008) menyatakan bahwa air kelapa mengandung unsur kalium cukup banyak. Selain kaya mineral, air kelapa juga mengandung gula dan protein. Mineral lain yang terkandung dalam air kelapa, antara lain natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg),  besi (Fe), tembaga (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S). Disamping itu, air kelapa juga mengandung berbagai macam vitamin, seperti asam  sitrat, asam nikotinat, asam pantotenal, asam folat, niacin, riboflavin,Dan thiamin.Pupuk ini dapat diaplikasikan melalui akar tanaman dengan cara menyiramkannya ke media tanam. Selain itu, pupuk ini  juga dapat diaplikasikan melalui daun dengan cara menyemprotkannya ke permukaan daun.
 2.Pupuk organik cair hasil industri
Pupuk organik cair ini diproduksi secara industrial sehingga menghasilkan bermacam-macam merek dagang yang komersial dan memiliki spesifikasi tertentu. Biasanya pupuk organik ini mencantumkan komposisi unsur hara yang terkandung secara jelas. Contoh pupuk organik cair ini, antara lain: Elang Biru, Promo, Superbiota Plus, Organik RI 1, Super A1, Super Boy, Sitto, Nutrisi Saputra, dan Biokultur.



2.6.Aplikasi Pupuk Organik Cair
Aplikasi pupuk organik cair dapat dilakukan dengan 2 cara, antara lain: aplikasi melalui akar tanaman dan aplikasi melalui daun tanaman.
1.      Aplikasi melalui akar tanaman
Cara ini biasanya dilakukan dengan mengaplikasikan pupuk secara langsung ke media tanam, seperti tanah. Taufika (2011) menyatakan bahwa tanaman akan mudah mengatur penyerapan komposisi pupuk yang dibutuhkan jika terjadi kelebihan kapasitas pupuk organik cair yang diberikan pada tanah karena bentuknya yang cair.
Pupuk organik cair dalam pemupukan jelas lebih merata, tidak akan terjadi penumpukan konsentrasi pupuk di satu tempat. Hal ini disebabkan  pupuk organik cair 100 % larut.
2.      Aplikasi melalui daun tanaman
Aplikasi pupuk melalui daun tanaman ini biasa dikenal dengan nama foliar application.Pupuk disemprotkan pada permukaan daun. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk melengkapi pemberian pupuk melalui tanah untuk meminimalisir gejala kekahatan yang mungkin muncul, terutama hara mikro dan hara yang immobil dalam tubuh tanaman. Hara masuk ke dalam tubuh tanaman melalui mulut stomata secara difusi atau osmosis. Pupuk disemprotkan langsung kepada daun dengan alat penyemprot biasa (hand  sprayer).Aplikasi pupuk ini disesuaikan juga dengan dosis atau takaran dan waktu aplikasi yang dianjurkan agar pertumbuhan dan hasil tanaman dapat optimal.
2.7.Kelebihan Penggunaan Pupuk Cair Organik
 Berikut ini ialah keuntungan yang dapat kita peroleh apabila menggunakan pupuk cair organik :
1.      Pupuk organik cair memiliki jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium, dan air yang lebih banyak jika dibandingkan dengan pupuk organik padat yang berbahan dasar kotoran sapi padat.
2.      Bentuk pupuk organik cair yang berupa cairan mempermudah tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara yang terkandung di dalamnya.
3.      Pupuk organik cair mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh tanaman (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, 2012).
4.      Pada pupuk organik cair yang berbahan dasar urin hewan ternak, aroma atau bau yang dihasilkan sangat khas sehingga dapat mencegah datangnya  berbagai hama tanaman.
5.      Jika dibandingkan dengan pupuk anorganik, pupuk organik cair ini memiliki sifat yang aman bagi kesehatan dan ramah terhadap lingkungan.



2.8.Kendala Penggunaan Pupuk Organik Cair
Sedangkan kendala yang dihadapi selamapenggunaan pupuk cair organik ialah :
1.      Respon yang ditunjukkan oleh penggunaan pupuk organik cair terhadap produksi tanaman tidak secepat seperti menggunakan pupuk anorganik (kimia buatan).
2.      Membutuhkan banyak tenaga kerja untuk mengaplikasikan pupuk pada masing-masing tanaman.
3.      Membutuhkan waktu yang relatif lebih lama karena aplikasi pupuk diharapkan merata untuk masing-masing tanaman, khususnya yang diaplikasikan melalui daun.
4.      Tidak semua pupuk organik cair memiliki komposisi kandungan unsur hara secara jelas sehingga pemberian dosis pupuk terhadap tanaman sulit untuk ditentukan.
2.9.MANFAAT PUPUK BIO SLURRY
Adapun manfaat dari pupuk ini adalah sebagai berikut:
1.      Meningkatkan kesehatan dan produktifitas tanaman
2.      Merangsang pertumbuhan jaringan tanaman
3.      Meningkatakan kompensasi tanaman
4.      Mengaktifkan tata kehidupan  tanah

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah yang kami buat adalah bahwa pupuk organik memiliki manfaat yang banyak untuk tanaman,karena mengandung banyak bahan kimia yang dibutuhkan oleh tanaman secara alami.pupuk BIO SLURY diolah dengan campuran bahan dari tumbuhan dan kotoran hewan yang baik untuk tanaman.dengan harga yang terjangkau dan hasil yang memuaskan
3.2  Saran
Berikut ini merupakan beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala pada penggunaan pupuk organik cair.
1.      Diperlukan peran nyata dari pemerintah dalam menggiatkan program  pertanian organik sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pertanian  berkelanjutan sehingga para petani mengetahui peran dan manfaat pupuk organik cair bagi tanaman dan lingkungan.
2.      Untuk menghindari kekhawatiran para petani akan lambatnya respon dari  penggunaan pupuk organik cair terhadap produktivitas tanamannya dibandingkan dengan penggunaan pupuk anorganik, maka penggunaan  pupuk organik cair masih perlu diikuti dengan penggunaan pupuk anorganik dengan jumlah yang terbatas. Hal ini berkaitan juga dengan  pentingnya pengetahuan tentang pupuk berimbang sehingga antara waktu, tenaga, dan jumlah pupuk yang digunakan menjadi lebih efektif dan efisien, serta bersifat lebih aman dan ramah terhadap lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/9050100/Bauran_Pemasaran_7P_

No comments: